WhatsApp Image 2026 08 18 At 11.39.12 768x1024

Saat kekerasan dianggap sebagai jalan keluar, bisa dikatakan bahwa komunitas masyarakat seperti itu masih primitif. Maka, kekerasan tidak seharusnya dipilih sebagai jalan keluar atau penyelesaian masalah. Sebuah pertunjukan teater dari Bengkel Seni Milenial SMK Sura Dewa Larantuka yang dipentaskan di Festival Bale Nagi 2026 di Taman Kota Larantuka Flores Timur pada 1 Agustus 2026 mencoba mengangkat isu kekerasan dan problematika lain yang ada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, sebuah daerah paling ujung timur dari Pulau Flores daratan.

Masyarakat masih terbelenggu isu kekerasan, candu bola, politik, dan lain-lain yang terkadang justru merugikan masyarakat dan daerah itu sendiri. Ditambah lagi, Flores Timur sebagai sebuah kabupaten kerap kali tertimpa bencana, baik gunung meletus, banjir, hingga gempa yang membuat Flores Timur sulit maju sebagai daerah yang masih berkembang dengan pendapatan daerah yang terbilang kecil.

Kompleksitas tersebut belum dimaknai sebagai sebuah persoalan yang harus dicarikan jalan keluarnya bersama. Masyarakat memiliki kecenderungan untuk membebankan hal tersebut kepada pemerintah daerah yang terbilang juga lemah dan kesulitan untuk mengatasi problematika tersebut.

Lakon teater dari Bengkel Seni Milenial (BSM) mencoba mendobrak stigma tersebut lewat judul Lista Jangan Gila. Sebuah satire yang coba dihadirkan untuk menggambarkan cinta berlebih pada politik atau tim sepak bola tak ubahnya bucin (budak cinta) bagi remaja tanggung yang belum cukup dewasa. Maka, untuk melihat bahwa suatu daerah yang baru bertumbuh dan berkembang seperti Flores Timur membutuhkan kesadaran bersama masyarakat untuk mengubah keadaan dengan semangat gotong royong. Terkadang suara kritis mesti lahir dari generasi muda.

Pertunjukan sederhana ini juga dihadiri oleh Bupati Flores Timur. Dalam karya ini ingin disampaikan bahwa sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah itu penting, tetapi sebisanya kita mampu menghindari fitnah. Selain itu, kritik itu penting, tetapi bekerja untuk membangun kehidupan juga penting. Agar kehidupan berjalan lebih adil dan bijaksana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *