STUDIO DALUANG X UPT MUSEUM NEGERI MPU TANTULAR
Sebuah kolaborasi dengan siswi SMA Dharmawanita Surabaya
Project ini ditampilkan pada hari Rabu, 11 September 2024 dalam acara Belajar Bersama di Museum “Mengenal Permainan Tradisional Koleksi Museum” yang diselenggarakan oleh tim pengelola Museum Mpu Tantular Sidoarjo dan dihadiri oleh Kepala Bidang Kebudayaan, Kepala Bidang PSD Parekraf, Kepala UPT Taman Budaya, serta Kepala UPT Museum Negeri Mpu Tantular.

Acara tersebut digelar guna mengenalkan permainan tradisional yang menjadi koleksi museum Mpu Tantular sebagai suatu warisan budaya lokal yang harus dilestarikan, dengan partisipan yang bergabung merupakan Generasi Z yang memiliki range usia 12-18 tahun. Dalam acara tersebut, ditampilkan pula beberapa narasumber yang ahli di bidangnya. Dalam acara tersebut, Studio Daluang dihadirkan sebagai satu-satunya penyaji dengan membawakan pementasan Dolanan Bareng. Selain untuk menyesuaikan dengan tema program yang berlangsung, pementasan ini disajikan guna menyampaikan visi yang digagas oleh Studio Daluang mengenai pentingnya permainan tradisional bagi anak-anak dan remaja sebagai penyeimbang antara budaya dan tradisi dengan kemajuan teknologi. Permainan tradisional dapat menjadi sarana penguatan jati diri dengan menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, kebersamaan, saling menghormati menghargai, kerja sama, serta pengendalian emosi.

Permainan tradisional juga dapat berguna sebagai sarana peningkatan kreativitas, keterampilan sosial, serta pengembangan motorik yang sangat diperlukan oleh anak-anak dengan usia berkembang seperti generasi Z dengan rentang usia 12-18 tahun. Pementasan DOLANAN BARENG ini menceritakan mengenai sekumpulan remaja yang melakukan beragam permainan tradisional ditengah maraknya gempuran teknologi digital. Dalam pementasan ini, ditampilkan beberapa permainan tradisional seperti Selebur, Lompat Tali, dan Kotak Pos serta beberapa lagu anak-anak seperti Padhang Bulan, Gundul-gundul Pacul, dan bintang kejora. Permainan-permainan tersebut dipilih untuk ditampilkan dengan mempertimbangkan manfaat yang dibawa, misalnya pada permainan Selebur yang berfungsi untuk meningkatkan motorik kasar seperti ketangkasan dan kelincahan, mengembangkan kerjasama, serta melatih kepemimpinan. Permainan lompat tali berfungsi untuk meningkatkan kekuatan serta kepadatan tulang dan otot, meningkatkan kesehatan jantung dan stamina, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi sebagai kemampuan motorik yang krusial, serta meningkatkan kesadaran spasial. Permainan Kotak Pos dipilih karena berguna untuk meningkatkan perbendaharaan kata, melatih kemampuan berbahasa, serta dapat menjadi ajang untuk melatih kemampuan acting anak. Lagu dolanan dan lagu anak dipilih guna menunjukkan bahwa lagu-lagu tersebut tidak kalah menyenangkan untuk dinyanyikan dibandingkan dengan lagu-lagu modern yang saat ini sedang marak didistribusikan. Setelah menampilkan beberapa permainan tradisional, pementasan ini juga menampilkan secara singkat sebuah kisah kehidupan pedesaan yang menjadi implementasi dari kelangsungan permainan Kotak Pos. Selain pementasan DOLANAN BARENG, Studio Daluang juga menampilkan orasi kebudayaan singkat yang mengenalkan tokoh Sarip Tambak Oso sebagai tokoh masyarakat daerah Surabaya-Sidoarjo. Studio daluang juga membuka lebar kolaborasi serupa dengan berbagai kalangan, termasuk pelajar dengan adanya program Daluang Creative Academy yang bertajuk Acting Class.
PROJECT NARADHIPTA
Kerja Sama Kreatif: Studio Daluang dan Naradhipta Production UTM Pada Penggarapan Film Pendek Kelana.
Dalam dunia perfilman, kolaborasi antara berbagai pihak sangat penting untuk menciptakan karya yang berkualitas. Salah satu proyek menarik yang baru-baru ini dilakukan adalah kerja sama antara Studio Daluang dan Naradhipta Production dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) program studi S1 Ilmu Komunikasi. Proyek ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa sekaligus menghasilkan film yang inovatif.


Studio Daluang dikenal sebagai ruang kreatif bagi para seniman muda, kali ini mereka berkolaborasi dengan Naradhipta Production untuk memproduksi film pendek berjudul Kelana. Film ini mengangkat drama thriller dengan nuansa klasik yang estetik, menggabungkan elemen tradisional dengan pendekatan modern.
Dalam proyek ini, Studio Daluang berfokus pada dukungan keaktoran. Mereka bertanggung jawab dalam pemilihan dan pelatihan para aktor. Studio Daluang berperan penting dalam memastikan bahwa setiap aktor dapat memberikan performa yang optimal. Dibintangi oleh Ading, Yusril Ihza, dan Kun Baehaqi yang masuk sebagai aktor dalam porduksi film ini Dimana pada dimana proses ini melibatkan coaching, latihan, dan stimulasi reading yang konsisten.
Kolaborasi ini memberikan kesempatan unik bagi mahasiswa untuk belajar dari para profesional. Mahasiswa tidak hanya terlibat dalam proses produksi, tetapi juga mendapatkan masukan langsung mengenai teknik akting, pengembangan karakter, dan penguasaan panggung. Interaksi ini memperkaya pengalaman belajar mereka, serta meningkatkan rasa percaya diri saat berhadapan dengan kamera. Proyek kerja sama antara Studio Daluang dan Naradhipta Production di UTM Ilmu Komunikasi merupakan contoh kolaborasi dunia pendidikan dan industri kreatif. Dengan menggabungkan keahlian profesional dan semangat mahasiswa, proyek ini tidak hanya menciptakan film berkualitas, tetapi juga mencetak generasi baru talenta di bidang perfilman.
PROJECT ZEA MUSIC VIDEO JUDUL LAGU “CARIKAN AKU KEKASIH” KONSEP GAGASAN DAN AKTOR SUPPORTING
Kolaborasi Visual Studio Daluang dan ZEA Band Official dalam Video Klip “Carikan Aku Kekasih”
Visualisasi memainkan peran penting dalam sebuah video klip musik. Salah satu kolaborasi menarik yang baru-baru ini terjalin adalah antara Studio Daluang dan ZEA Band Official yang merupakan kolaborasi visual dalam proses pembuatan video klip untuk lagu “Carikan Aku Kekasih”
Lagu “Carikan Aku Kekasih” berbicara tentang harapan dan pencarian cinta sejati. Studio Daluang berkomitmen menggali makna tersebut yang ditayangkan melalui visual kreatif dengan pendekatan naratif. Konsep visual dirancang dengan detail, menggunakan latar belakang yang selaras dengan makna pada lirik lagu. Setiap adegan juga direncanakan untuk menciptakan suasana yang menjadikan penonton seolah terlibat langsung dalam cerita cinta yang disampaikan.

Studio Daluang bertanggung jawab dalam casting aktor pendukung dengan treatment kekatoran langsung dari tim Studio Daluang Dimana hal tersebut ditujukan untuk memastikan semua aktor menampilkan performa yang otentik dan mengesankan. Sherly Sinatra, Nayoko Bagus, Rehan Naza, Oktaviany, Annisa Alif Desak, dan Arum Purbo merupakan deretan aktor yang terlibat. Menggabungkan musik dan visual yang estetis, video klip ini diharapkan dapat menciptakan momen berkesan bagi penonton. Dari suasana romantis hingga momen dramatis, setiap detik dalam video ini dirancang untuk meninggalkan jejak di hati penonton. Kolaborasi antara Studio Daluang dan ZEA Band Official dalam pembuatan video klip “Carikan Aku Kekasih” bukan hanya sekadar produksi visual, tetapi sebuah karya seni yang merayakan cinta dan harapan. Dengan menggabungkan bakat kreatif dan profesionalisme, proyek ini menjadi inspirasi bagi seniman muda dan pencinta musik.
PEMENTASAN TEATER MENUNGGU BADAI REDA PEMBUKAAN POS BLOC
Sorotan Lampu Teater Klasik Kolonial Kembali Menyala di Surabaya pada pembukaan POS BLOC Surabaya.
Dalam Sorotan Lampu Teater yang Menghidupkan Sejarah, Studio Daluang menampilkan drama klasik kolonial yang menggugah tetapi juga tragis dan ironis. Pada pembukaan POS BLOC Surabaya, Studio Daluang membawa penonton masuk ke dalam perjalanan emosional yang mendalam melalui pertunjukan teater klasik kolonial yang berjudul Menunggu Badai Reda karya Yusril Ihza F.A. Naskah keramat yang pernah dipentaskan di panggung Cak Durasim pada tahun 2018 silam Kembali hadir di Surabaya. Penonton percaya bahwa Menunggu Badai Reada bukan hanya sekadar sebuah pertunjukan tetapi perjalanan meresapi sejarah kemerdekaan yang penuh tragedi dan romantisme.
Menyelami Narasi Klasik Menggugah yang Memori Kolektif mengenai perjuangan merebut kemerdekaan uniknya adalah pada pertunjukkan tersebut menggunakan setting pengaturan panggung dengan artistik yang sederhana, seragam perawat yang tergantung menghidupkan nuansa perjuangan yang kuat selama pertunjukkan berlangsung. Studio Daluang berhasil menciptakan atmosfer yang memikat. Naskah Menunggu Badai Reda menggambarkan perjuangan dan pengorbanan di tengah kekacauan perang untuk merebut kemerdekaan. Cerita ini meresap dalam jiwa penonton, terutama bagi mereka yang mengalami langsung tragedi perang di era 45-an. Banyak dari mereka tidak dapat menahan air mata saat menghadapi ingatan pahit yang hidup kembali.
Aktor-aktor yang terlibat seperti Arum Purbo sebagai Laksmi dan Alief sebagai Kardi menampilkan penampilan yang baru, menyampaikan setiap emosi dengan tulus. Suara, gerakan, dan ekspresi mereka mampu menggambarkan rasa sakit dan harapan yang saling bertabrakan. Ketegangan yang terbangun dalam setiap adegan membuat penonton terhanyut dalam cerita, seolah-olah mereka juga berada di tengah peristiwa bersejarah itu.
Reaksi penonton yang mencolok adalah terdengar isak tangis dari berbagai sudut auditorium. Penonton yang berasal dari angkatan 50-an, yang pernah merasakan dampak langsung dari perjuangan untuk kemerdekaan, tampak tersentuh. Momen-momen tertentu membawa mereka kembali ke kenangan yang terlupakan, menambah dimensi emosional dalam pertunjukan.
Banyak yang merasakan bahwa teater adalah medium yang dapat menyampaikan sejarah dengan cara yang lebih mendalam dan personal. Melalui Menunggu Badai Reda penonton diingatkan akan nilai pengorbanan dan cinta tanah air.
Studio Daluang menciptakan lebih dari sekadar pertunjukan, mereka telah membangun ruang refleksi. Teater memberikan kesempatan untuk berdialog tentang masa lalu, sekaligus memberi ruang bagi penonton untuk merenung tentang perjalanan bangsa ini. Melalui kisah yang diangkat, mereka mengajak penonton untuk tidak melupakan sejarah, melainkan memahami dan menghargainya.
Pembukaan POS BLOC Surabaya menjadi momen penting, tidak hanya untuk merayakan seni, tetapi juga untuk merayakan warisan budaya dan sejarah bangsa. Teater, dalam bentuk paling murni, adalah tentang koneksi—koneksi dengan sejarah, dengan sesama, dan dengan diri sendiri.
