SURABAYA – Keberhasilan program Daluang Creator Academy (DCA) yang digagas Yayasan Studio Daluang Surabaya bersama MI Muhammadiyah 25 Surabaya (MIM 25 Surabaya) menjadi bukti bahwa pendidikan seni mampu menjadi media efektif untuk mengembangkan karakter, kreativitas, sekaligus potensi peserta didik. Berawal dari produksi film kolaboratif pada 2024, kerja sama tersebut kini berkembang menjadi pembinaan berkelanjutan melalui ekstrakurikuler teater yang terus menunjukkan dampak positif bagi sekolah.

Kepala MIM 25 Surabaya, Ferry Rismawan, M.Pd.I., mengungkapkan bahwa kolaborasi bersama Yayasan Studio Daluang menghadirkan pengalaman baru yang berharga bagi seluruh warga sekolah. Menurutnya, produksi film yang melibatkan guru dan siswa tidak hanya menjadi sarana promosi sekolah, tetapi juga media penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik.
“Ada sebuah pengalaman baru yang kami dapatkan ketika bekerja sama dengan Studio Daluang. Tahun 2024 kami berusaha membuat sesuatu yang baru, yaitu sebuah film. Film tersebut melibatkan banyak siswa dan guru serta memuat penanaman nilai-nilai karakter. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi kami, tidak hanya untuk promosi sekolah, tetapi juga sebagai media syiar bahwa MIM 25 Surabaya tidak hanya mengedepankan akademik, tetapi juga pembentukan akhlak,” ujar Ferry.
Menurut Ferry, antusiasme peserta didik terhadap program tersebut sangat tinggi. Bahkan setelah film diluncurkan, banyak siswa yang ingin kembali terlibat dalam produksi berikutnya. Dampak yang paling nyata adalah lahirnya ekstrakurikuler teater sebagai tindak lanjut dari program perfilman yang telah dijalankan bersama Yayasan Studio Daluang.
“Ketika film sudah diluncurkan, banyak siswa bertanya kapan membuat film lagi. Ternyata film itu memancing bakat dan minat siswa untuk mengembangkan diri. Dari situlah kemudian muncul ekstrakurikuler teater di MIM 25 Surabaya yang kini sudah berjalan selama dua tahun dan telah beberapa kali tampil dalam berbagai kegiatan promosi sekolah,” jelasnya.
Keberhasilan tersebut mendorong MIM 25 Surabaya untuk memperkuat kemitraan dengan Yayasan Studio Daluang. Ferry menegaskan bahwa sekolah telah menyiapkan langkah-langkah lanjutan agar kolaborasi dalam bidang perfilman dan teater dapat terus berlanjut.”Insya Allah akan ada episode selanjutnya bersama Studio Daluang. Kami sudah menyiapkan beberapa materi anggaran yang insya Allah siap dikerjasamakan. Kami menunggu manfaat terbaik dari program-program berikutnya,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap profesionalisme tim Studio Daluang sekaligus berharap kualitas pendampingan terus ditingkatkan. “Studio Daluang sudah menunjukkan bahwa studio ini layak untuk terbang, membawa kami, MIM 25 Surabaya, terbang jauh melalui dunia perfilman maupun teater. Yang perlu terus ditingkatkan adalah profesionalitas dan komunikasi, karena dengan komunikasi yang baik setiap tantangan akan selalu menemukan solusi,” tambah Ferry.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Studio Daluang, Yusril Ihza F.A., menyampaikan bahwa Daluang Creator Academy dirancang sebagai ruang pembelajaran kreatif yang mengintegrasikan seni pertunjukan, perfilman, dan pendidikan karakter. Menurutnya, keberhasilan kolaborasi dengan MIM 25 Surabaya menjadi contoh bahwa seni mampu menjadi media pembelajaran yang relevan bagi generasi muda.”Daluang Creator Academy tidak hanya mengajarkan teknik bermain teater atau membuat film, tetapi juga membangun keberanian, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, komunikasi, dan karakter peserta didik. Ketika sekolah memberikan ruang bagi kreativitas, anak-anak akan menemukan potensi terbaik yang mungkin selama ini belum mereka sadari,” ujar Yusril.
Ia menambahkan bahwa lahirnya ekstrakurikuler teater di MIM 25 Surabaya merupakan indikator keberhasilan program yang sesungguhnya. Menurutnya, tujuan utama DCA bukan sekadar menghasilkan karya film atau pementasan, melainkan menciptakan ekosistem kreatif yang dapat terus hidup di sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen MIM 25 Surabaya yang ingin melanjutkan kerja sama ini. Ke depan kami berharap kolaborasi tidak hanya menghasilkan karya-karya film dan teater yang lebih baik, tetapi juga melahirkan lebih banyak talenta muda yang percaya diri, kreatif, dan memiliki karakter kuat. DCA hadir sebagai mitra sekolah untuk membangun pendidikan yang menyenangkan sekaligus berdampak,” kata Yusril.
Melalui sinergi antara Yayasan Studio Daluang Surabaya dan MIM 25 Surabaya, Daluang Creator Academy membuktikan bahwa seni bukan sekadar aktivitas ekstrakurikuler, melainkan investasi pendidikan yang mampu membentuk karakter, memperkuat budaya kolaboratif, serta membuka ruang bagi peserta didik untuk berkembang secara utuh. Komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan kerja sama menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pembelajaran kreatif yang semakin relevan dengan kebutuhan generasi masa depan.
Penulis: Muhammad Azhar Adi Mas’ud (diedit tata bahasa oleh AI Chat GPT)

